Skip to main content

Merana Karena Corona Berkelana


          Halo semua!Balik lagi nih di blog gw,yaa yang gini gini aja.Aktif lagi gw nulis yaa bukan lain karena mengisi kekosongan waktu gw di masa Social Distancing.Bayangin gw yang lagi dapet jadwal UTS dan banyak kegiatan kampus tiba tiba di kejutin berita dari kampus bahwa semua kegiatan kampus secara tatap muka dihentikan.Bahkan kampus gw pun ditutup sementara mungkin 2 minggu atau lebih.Libur dadakan dalam keadaan pandemic ya biking gw gapunya alasan apapun untuk keluar rumah,praktis udah 3 minggu lebih gw dirumah tanpa kemana-mana,paling Cuma indomart .

          Capek,Bosen,Bingung udah gw rasain semua,tapi kayaknya emang ini yang terbaik saat ini.

            Gw pribadi gapunya banyak pengetahuan tentang apasih corona virus itu sendiri,paling yaa dari media sosial atau riset kecil.Alesan gw nulis ya Cuma pengen ngisi waktu luang dan punya kenangan aja bahwa tulisan ini dibuat pada masa pandemic yang menggegerkan semua warga dunia.Semuanya pemikiran dan asumsi pribadi sih disini tapi ya bersyukur aja kalo ada yang sependapat,kalo engga pun yaa bersyukur jadi punya pilihan pendapat.

           Kenyataannya bener bener merana gak sih?

Faktanya,Per tulisan ini dibuat yaitu 3 April 2020 menurut world meter info udah ada sekitar 1.040.597 juta kasus covid19.Dengan 55.195 kasus kematian dan 222.333 kasus sembuh.Data kematian tertinggi dipegang itali sedangkan kasus tertinggi berada pada US.Indonesia menempati peringkat ke 37 Dunia dari data pandemic kali ini.Data ini kemungkinan tidak hanya bisa meningkat,namun kemungkinan akan terus meningkat di Indonesia khususnya.Apalagi melihat semua kondisi masyarakat,pemerintah,kebijakan,dan hal lainnya yang menopang keadaan negara ini masih belum selaras.

            Kebijakan bekerja dari rumah,Social distancing,Pembelajaran jarak jauh malah di anggap sebagian orang sebagai liburan,bahkan gw liat di headline berita ada istilah “Liburan Corona”,gabisa dibilang salah masyarakatnya juga sih,tapi gabisa dibilang ketidaktepatan kebijakan pemerintah juga.Kalo dari kaca mata awam gw yang sekarang minus 2 dan cylinder 0,5 permasalah ada di keselarasan sikap dan mental.

            Fakta dari sikap dan mental yang berimbas terhadap keadaan seperti ini adalah “sepele”,”Corona gaakan masuk Indonesia”,”saya kebal corona”,dan lain lainnya.Virus corona sudah muncul sejak Januari di wuhan China.Bukan waktu yang sebentar sebenarnya buat mempersiapkan semuanya kalo diliat dari bulan munculnya covid 19.Tapi faktanya kita terlambat.Terlambat mencegah,menyiapkan kebijakan,mengedukasi,dan terlambat memahami keadaan diri sendiri.Lengkap keadaan ini merupakan permasalahan bersama.Bukan pemerintah atau individu,Tapi bangsa dan negara.
Yaelah apaan si baahasa gw.
Lanjut ye..

            Serba salah,yaitu salah satu keadaan sekarang yang ada di masyarakat dan pemerintah.Buat sebagian orang,Ga keluar rumah ya gakerja,Gakerja ya gamakan.Kebijakan pemerintah,kalo keluar rumah penyebaran makin tinggi,tapi kalo dirumah aja ekonomi lesu,terus dana buat mendanai keadaan seperti ini apalagi mendanai kebutuhan masyarakat yang dirumah aja gimana?Gw pribadi percaya sih pasti ada jalannya buat semuanya,tapi ya perlu pemahaman bersama.

            Oke,coba kita lihat apa sih yang bisa kita lakuin.Lupain sebentar bahwa kita terlambat pencegahan,biar jadi pembelajaran dalam penanganan saat ini.Pertama kalo menurut gw pribadi Kebijakan pemerintah tidak hanya hal yang diatas sudah sangat tepat.Contoh yang paling umum lah ya,pemerintah siap menganggarkan 400an Triliun untuk menangani pandemic ini di Indonesia,itu uang bisa gw jadiin fondasi rumah kayaknya.Oke,75Triliun diantaranya untuk dana kesehatan.Banyak yang bertanya kok dikit banget yang lain buat apa,dan sebagainya,gw pribadi memahami kenapa dana kesehatan mungkin hanya sekitar kurang llebih 20% dari seluruh dana yang di anggarkan,dana yang lain di gunakan untuk efek lain dari keadaan ini,efek keadaan pasca pandemic atau efek domino.

            Banyak yang harus di anggarkan,contohnya kebutuhan masyarakat harus terpenuhi,atau bahkan membangun kembali ekonomi masyarakat yang sempat lesu,itu contoh kecil penggunaan dana lain,dan  yang pasti faktanya banyak dana yang akan di anggarkan demi kemajuan bangsa.Kedua,masyarakat menurut gw juga harus paham bahwa keadaan ini bisa diperbaiki atas dorongan semua pihak.Oke, kebijakan ada di pemerintah,tapi satu hal lain bahwa kalo kata salah satu tenaga medis di singapura gw lupa Namanya,dan susah nyari videonya ada di wa ibu ibu arisan orang tua gw “Garda terdepan itu bukan Cuma tenaga medis,Tapi justru ada di diri kita masing masing”Gw sepaham dan setuju sama perkataan itu memang faktanya hanya diri kita yang mampu mengontrol keadaan dan keinginan pribadi kita,Untuk olahraga,untuk selalu bahagia,dirumah aja, atau apapun.

            Akhirnya memang tulisan gw ini mengarah kebelum selarasnya seluruh pihak di negara ini dalam mengatasi pandemic ini.Kalo pemerintah mencanangkan uang kebutuhan untuk masyarakat tapibelum di bagikan yabukan berarti tidak akan dibagina,sabar karena membaggikan BLT itu tidak mudah,plus yang butuh makan gacuma lu doang semua juga butuh,bayangin berapa juta orang yang harus diatur pemerintah.Sampe detik ini gw masih berada di titik yang sangat percaya tentang keputusan dan kebijakan pemerintah karena gw yakin pemerintah jauh lebih banyak melakukan riset dan punya banyak orang kompeten dibidangnya.Jangan di salah gunakan kepercayaan kami ya pak bu.Yawalaupun gaakan di baca juga sih tulisan gw sama mereka tapi seenggaknya kepercayan bisa menumbuhkan harapan bagi semuanya.

            Masyarakat yang percaya akan keputusan pemerintahnya,dan pemerintah yang senantiasa memikirkan dan memberikan solusi bagi masyarakat dan bangsanya.Masyarakat yang tau apa porsinya,dan pemerintah yang tau apa kewenangan dan tugasnya.Individu yang tau apa kemampuannya dan juga senantiasa berdoa untuk semuanya,Pasti akan menumbuhkan keselarasan,keselarasan yang membangun keyakinan,yakin akan adanya perubahan,perubahan akan keadaan,keadaan yang akan kembali aman,dan nyaman.Sabar,kita semua ngerasain hal yang sama,percaya dan yakin bahwa semua akan kembali seperti semula.

            Jadi beneran merana gak sih?kalian bisa menilai sendiri

            Satu hal,semua tulisan ini berasal dari opini pribadi gw,jadi kalo kalian sependapat bersyukur punya kesamaan,kalo tidak pun yaa gapapa jadi ada dua pilihan.

Kerja agar sehat,sehat agar bisa kerja,keselarasan penting ada,percaya semua yang terjadi gaakan sia sia,pelajaran adalah obatnya.-Edeg


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenapa Ada?

jalan jalan ke kota tua,halo teman teman semua!Saya makka ibnu ahmed,mahasiswa pejuang yang sedang berusaha bertahan hidup di institut pertanian bangsa.Institut Pertanian Bogor,walaupun mahasiswa baru saya merasa sudah mulai punya beberapa pemikiran yang ingin sekali di curahkan kepada kalian sobat pembaca semua.Namanya juga belajar,jangan di harap tulisan saya langsung berkualitas dan memotivasi.Tapi Bj Habibie pernah berkata "kalo mau tau dunia maka bacalah,kalau mau mengubah dunia maka tulislah" dan blog ini adalah bagian terkecil dari usaha saya bisa mengubah dunia.Minimal sih diri saya sendiri,Jadi yaa selamat Membaca,Selamat belajar bersama!

Aturan Atau ancaman?

Aturan Atau ancaman? “Nanti hadir ya di sana,kalo engga nanti galulus” pernah ga sih mendapatkan pernyataan seperti itu? Atau mungkin sejenis itu? Mungkin beberapa diantara kita sekalian pasti pernah mendapatkan pernyataan tersebut.Sampai sekarang saya pribadi sih masih bingung masuk kedalam kategori apa pernyataan tersebut,karena memang sangat sulit di bedakan.Aturan, di satu kondisi memang pernyataan tersebut bisa dibilang aturan,karena memang mengatur segolongan pihak untuk berada di koridor yang benar.Ancaman,di kondisi yang lain pernyataan tersebut bisa menjadi bagian dari ancaman agar melakukan apa yang di perintahkan. Akhirnya beberapa orang menggabungkan keduanya dengan maksud tertentu atau malah mungkin mereka tidak tau bahwa aturan dan ancaman bukan sesuatu yang selalu bisa saling berafiliasi.Melanggar sebuah aturan memang akan dibuntuti oleh sanksi,tetapi menaruh sanksi sebagai ancaman agar mentaati peraturan bukanlah hal yang baik menurut saya.Ib...